Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Narai-Juku, Kota Samurai Abadi di Tengah Pegunungan Nagano.

Narai-Juku, Kota Samurai Abadi di Tengah Pegunungan Nagano.

Ingin merasakan hidup ala zaman samurai? Ayo datang ke Narai-Juku!

Ada sebuah daerah di Kyoto yang masih mempertahankan bentuk dan suasananya seperti zaman Edo dulu.

Kota tersebut bernama Narai-Juku, sebuah kota singgah yang dulunya merupakan pemberhentian utama di rute Kyoto-Edo.

Pada awal 1600-an, setelah berakhirnya era Sengoku feodal, kedudukan kekuasaan de facto di Jepang dipindahkan dari Kyoto ke Tokyo (atau Edo, sebutannya pada masa itu).

Pada masa itu, Shogun -kepala pemerintahan setingkat perdana mentri- sudah tinggal di Tokyo, namun Kaisar masih tetap tinggal di Kyoto. 

Perbedaan tempat tinggal antara dua pemimpin inilah yang menyebabkan Kyoto dan Tokyo menjadi dua kota penting sebagai pusat politik, budaya, dan ekonomi masyarakat Jepang pada masa tersebut. 

Karena kedua kota ini berperan sebagai pusat pemerintahan Jepang, maka banyak rute darat yang dibangun untuk menghubungkan Tokyo dan Kyoto. 

Pada jaman edo, transportasi yang menggunakan roda masih sangat jarang dan dilarang penggunaannya oleh pemerintah, karena itu sebagian besar penduduk Jepang pada masa itu akan berjalan kaki untuk berpergian.

Jarak antara Kyoto dan Tokyo yang cukup jauh membuat perjalanan ke dua kota ini memakan waktu berhari-hari, karena waktu tempuh yang lama itulah ada banyak Shukubamachi atau kota pos bermunculan sebagai wilayah peristirahatan para pengelana.

Dalam sebuah Shukubamachi, biasa terdapat berbagai fasilitas seperti penginapan, rumah teh, hingga toko oleh-oleh yang dibangun untuk menampung para pelancong.

Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi, waktu perjalanan antar kota menjadi lebih singkat sehingga keberadaan shukubamachi ini sudah tidak diperlukan dan banyak Shukubamachi ditutup.

Namun moderenisasi tidak serta merta menutup semua Shukubamachi di Jepang, karena ada satu kota pos yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, yaitu di kota Shiojiri, Prefektur Nagano.

Seorang pengguna Twitter dan fotografer asal Jepang @Hisa0808 baru-baru ini membagikan foto-foto kunjungannya ke Shukubumachi ini.

Narai-Juku
Sumber: Twitter @Hisa0808

Menurut sang fotografer, kota ini masih sangat kental nuasa edonya, mulai dari lampu lilin di jalan serta arsitektur yang mempertahankan bentuk aslinya.

Bahkan walau sudah 100 tahun berlalu, bangunan ini masih sama seperti waktu para samurai masih menguasai Jepang.

Narai-Juku
Sumber: Twitter @Hisa0808

Shukubamachi yang menjadi bagian Shiojiri ini dikenal dengan nama Narai-juku, dan merupakan satu-satunya kota pos yang tersisa dari jaman Edo.

Kota pos terakhir ini masih mempertahankan bentuk aslinya seperti di zaman Edo, dengan Eksterior tradisional dan juga suasana yang asri, sama persis seperti ratusan tahun lalu. 

Yang membuat kota ini semakin menarik adalah, Narai-Juku terletak di salah satu titik tertinggi Nakasendo, rute terdalam antara Kyoto dan Edo sehingga menyebabkan kota ini bagai dikelilingi oleh pegunungan. 

Sehingga udaranya masih sejuk dan pemandangannya pun sangat asri. 

Pemandangan Narai-Juku pada malam hari juga tidak kalah indah dengan siang hari, dengan lampu-lampu minyak yang menerangi jalan, kita seakan dibawa ke masa lalu yang tenang, duh serasa hidup di era Gintama ya...

Narai-Juku
Sumber: Twitter @Hisa0808

Bagi teman-teman yang tertarik untuk berwisata sejarah sekaligus merasakan pengalaman hidup do zaman Edo, teman-teman wajib mendatangi Kota ini!

Selain melihat melihat pemandangan yang indah, kita juga bisa belajar banyak mengenai kebudayaan masyarakat Jepang pada masa itu, kan.

Sumber: Soranews24

Mikazuki
Mikazuki Penyuka kucing dan anime

Post a Comment for "Narai-Juku, Kota Samurai Abadi di Tengah Pegunungan Nagano."