Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ulasan Light Novel Fate Strange Fake Vol. 2, Sang Gadis Muda dan Ksatria Berzirah

 

fate strange fake 2

Perang Cawan Suci Imitasi Telah Dimulai! Munculnya Archer Misterius yang Mampu Memojokkan Gilgamesh!

Nyahallo!

Ok untuk kali ini saya akan membahas salah satu judul yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kalian, ya ini merupakan volume lanjutan dari light novel terjemah yang ada di Indonesia.

Tepat sekali, kali ini saya akan membahas light novel dengan judul Fate Strange Fake Vol. 2, alur untuk volume keduanya ini masih melanjutkan volume pertamanya.

Dan buat kalian yang masih belum tahu mengenai light novel yang satu ini, sebaiknya kalian sempatkan untuk membaca ulasan volume pertamanya dibawah sini:

Ulasan Light Novel Fate Strange Fake, Pertarungan Ambisi dalam Perang Cawan Suci Imitasi 

Ok untuk kalian yang sudah baca volume pertamanya, mari langsung saja kita bahas bersama-sama untuk volume keduanya ini.

Sinopsis Fate Strange Fake Vol. 2

Cerita dibuka dengan sebuah kisah urban legend di Jepang tentang "Gadis Bertudung Merah Apartemen Semina" 

Gadis bertudung merah itu merupakan korban dari penyiksaan, dan tetangganya yang menutup mata akan kasus tersebut akhirnya malah dihantui.

Ya sang tetangga itu bernama Ayaka Sajyou, ia masih terus dihantui oleh sosok gadis bertudung itu sampai sekarang.

Hingga pada suatu saat nasibnya berakhir menjadi tawanan magus karena ia memiliki Command Spell di tubuhnya.

Dan disaat nyawanya akan melayang, seorang sosok ksatria pun muncul menyelamatkannya.

" Aku bertanya padamu, apa kau Masterku?"

Ya pertanyaan tersebut merupakan salam hangat dari Saber yang baru saja bertemu masternya di sebuah gedung opera yang setengah hancur.

Ulasan Fate Strange Fake Vol. 2

Ya awal cerita dibuat sedikit berbeda dengan menceritakan sebuah urban legend, sangat menarik memang dan unsur misteriusnya sangat khas dengan Fate series.

Di volume kedua ini akhirnya Saber mulai di perlihatkan, disini memang masih belum disebutkan siapakah nama sejatinya, namun yang jelas servant yang satu ini masih memiliki hubungan dengan Arthuria Pendragon.

Apabila di volume pertama kita diperlihatkan pertarungan hebat antara Gilgamesh dan Enkidu, di volume kedua ini juga ada beberapa pertarungan yang sangat seru untuk disimak.

Yang pertama ada pertarungan antara Assassin tak bernama melawan Orlando Reeve beserta pasukan polisinya.

Meskipun tidak punya noble phantasm, Assassin tak bernama ini mampu meniru 18 noble phantasm dari para pendahulunya

Disisi lain para pasukan polisi dari Orlando Reeve juga tidak bisa dianggap remeh karena masing-masing dari mereka membawa senjata yang mampu mengeluarkan noble phantasm.

Ya senjata itu merupakan buatan dari Caster yang merupakan servant dari Orlando.

Pertarungan yang terjadi sangatlah sengit, disini para pasukan tersebut mulai kewalahan ketika Assassin tak bernama mengeluarkan kombinasi serangan dari 18 noble phantasm yang bisa ia tiru.

Assasin

Di tengah semua itu akhirnya muncul satu sosok lagi, ia adalah orang yang sangat terobsesi dengan assassin tak bernama, siapa lagi kalau bukan Jester Carture, master dari asssassin.

Kekuatan dari Jester Carture sangat luar biasa, identitasnya sebagai Dead Aphostle pun akhirnya terungkap.

Hansa Cervantes yang merupakan seorang pengawas Perang Cawan Suci pun akhirnya turun tangan setelah mengetahui Dead Aphostle telah muncul di kotanya.

Selain pertarungan di atas masih ada beberapa hal yang menarik di volume kedua ini salah satunya adalah kemunculan dari Hassan-i Sabbah.

Ia muncul sebagai servan class Assassin untuk Faldeus Dioland, ya kemunculannya ini tentunya membuat saya bingung, kenapa coba ada 2 servant assassin yang muncul?

Disisi lain ada satu sosok servant lagi yang muncul, ya servant yang satu ini bisa dibilang sangatlah kuat karena bisa sampai memojokkan seorang Gilgamesh.

Archer

Servant yang satu ini juga sempat merendahkan Gilgamesh dan menantangnya untuk mengeluarkan EA, karena tanpa senjata itu Gilgamesh tidak akan bisa mengimbanginya.

Ceritapun ditutup dengan pertemuan antara Saver dan Enkidu, ya pertemuan mereka berdua diketahui oleh sang Assassin tak bernama yang berhasil kabur dari pertarungan sengit di kantor polisi.

Jujur saja rasa greget di volume keduanya ini benar-benar terasa, banyak sekali adegan seru yang tiba-tiba berhenti dan digantung begitu saja.

Hal tersebut sangat terasa, terutama pada pertarungan Gilgamesh melawan Archer misterius, adegan pun diakhiri dengan Gilgamesh yang emosinya sedang naik.

Ya sekilas memang sangat mengesalkan, tapi jangan salah, Ryohgo Narita menempatkan cliff hanger atau adegan menggantung tersebut dengan tepat.

Ia melakukannya dengan sangat rapi, jadi bukan rasa kesal yang akan muncul melainkan rasa seru parah yang akan muncul.

Kemunculan Hassan dan juga archer misterius tersebut juga menimbulkan banyak pertanyaan, dan juga identitas Hassan di halaman terakhir disebutkan kalau ia memiliki class bernama Assassin asli atau True Assassin.

Apa coba maksudnya? apa disini Assassin tak bernama adalah assassin palsu atau Fake Assassin?

Daripada pusing mikirin banyak teori tersebut, lebih baik langsung beli saja kelanjutan dari light novel ini yaitu Fate Strange Fake volume 3 yang kini sudah mulai di jual oleh Penerbit Clover.

Karena saya ketinggalan PO nya, ini jadi nungguin light novel tersebut untuk dijual di toko buku terdekat.

So buat kalian yang masih belum beli, mari kita tunggu info terbaru dari Penerbit Clover dan langsung serbu apabila produk sudah tersedia.

Dan buat kalian yang sudah beli, bisalah spill-spill sedikit di kolom komentar.

Paman Radon
Paman Radon Senyumin aja

Post a Comment for "Ulasan Light Novel Fate Strange Fake Vol. 2, Sang Gadis Muda dan Ksatria Berzirah "