Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati"

Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati"

Kostum Nasional "Cool Japan" dikritik sebagai penghinaan bagi kebudayaan Jepang.

Kontes Miss Universe ke-70 diadakan di Universe Dome di Eilat, Israel, tahun ini, dengan 80 kontestan dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk membawa pulang gelar tersebut.

Diantara sekian banyak wanita cantik yang berlomba, mata penduduk Jepang tertuju pada perwakilan Jepang, Juri Watanabe, saat Ia tampil di atas panggung menggenakan pakaian nasional Jepang, Kimono.

Juri Watanabe mengenakan kimono dalam sesi National Costume Show pada 10 Desember lalu.

Kimono pink yang dikenakan Watanabe sangatlah mempesona namun bagi penduduk Jepang, kostum yang Watanabe kenakan merupakan sebuah penghinaan bagi negara mereka.

Yuk kita lihat penampilan Watanabe yang menuai kemarahan publik.

Seperti yang terlihat di video, sang pembawa acara mengatakan kalau kostum yang dikenakan Watanabe terinspirasi dari "Trend Fashion Harajuku".

Namun sayangnya, ide ini tidak disambut dengan baik oleh warga Jepang karena sang designer menggabungkan berbagai hal yang membuat warga Jepang tidak senang.

Salah satu hal yang membuat warga Jepang berang adalah hiasan "maneki neko" atau kucing keberuntungan Jepang yang dibawa sang model dirasa kurang cocok untuk menunjukkan citra Jepang namun Watanabe malah terlihat seperti sedang cosplay sebagai Sailor-Moon.

Selain itu, warganet juga tidak menyukai tato kanji "日本" yang ditulis di dada model.

Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati"

Lebih lanjut, netizen Jepang juga mempermasalahkan bendera Jepang yang terletak di lengan baju sang model serta lambang krisan Keluarga Kekaisaran yang ada di sabuknya.

Semua hal tersebut dianggap menghina Jepang dan netizen sangat tidak menyukainya.

Namun ynag paling membuat warga Jepang emosi adalah cara watanabe mengenakan kimono.

Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati"

Watanabe menggunakan kimono yang terlipat dari kanan ke kiri.

Padahal cara melipat kimono seperti ini hanya digunakan pada orang-orang yang sudah meninggal.

Melihat kesalahan ini ditampilkan di panggung internasional, para netizen tidak dapat menahan emosi mereka dan memberikan komentar pedas di Internet.

"Jangan hina Jepang!! Jangan menghina Kekaisaran Jepang!! Jangan menghina Kimono!!"

"Ini adalah gaya berpakaian yang digunakan oleh orang yang sudah meninggal, apakah sang model sudah meninggal?"

"Menggunakan simbol kerajaan pada kostum yang mirip untuk orang meninggal, ini adalah penghinaan yang sangat mengerikan!"

"Saya rasa designernya sangat menghormati dan mengagumi budaya Jepang, tapi sepertinya ada pemahaman yang salah tentang itu.."

Komentar-komentar pedas yang dibuat netizen Jepang lebih banyak mengkritik desainer baju yang sepertinya tidak begitu paham tentang budaya Jepang.

Sepertinya, designer pakaian ini ingin menonjolkan simbol-simbol yang menjadi ciri khas negara matahari terbit ini namun kurang memahami detail akan budaya itu sendiri.

Dilansir dari Soranews24, desainer yang merancang kostum untuk perwakilan Jepang ini bukanlah orang Jepang asli, namun seorang desainer dari Israel bernama Aviad Arik Herman.

Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati"
sumber: twitter @IsraelinJapan

Ia ditunjuk untuk mendesain kostum perwakilan Jepang untuk memperingati ulang tahun ke-70 pembentukan hubungan diplomatik antara Jepang dan Israel.

Namun, Kedutaan Besar Israel di Jepang memposting foto kostum ini, bersama dengan perancangnya, pada 2 Desember, yang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan desainnya.

Sampai berita ini dibuat, kedutaan dan juga pihak yang terlibat dalam perwakilan Jepang ini belum menanggapi kritik yang disampaikan masyarakat.

Kemungkinan mereka senang karena dengan desain ini, Jepang berhasil menduduki posisi ke-16 pada Miss Universe 2021.

Walaupun Jepang mendapatkan peringkat yang cukup baik, namun, bagi kritikus di Jepang, hasil kompetisi tidak berarti apa-apa. jika itu berarti budaya negara tersebut akhirnya ternoda dalam prosesnya.

sumber: Soranews24

Mikazuki
Mikazuki Penyuka kucing dan anime

Post a Comment for "Bukannya Dipuji, Perwakilan Jepang di Miss Universe 2021 Dikecam Karena Menggunakan "Kimono Orang Mati""